TATA CARA BERSEDEKAP DALAM SHOLAT
Artikel singkat ini dulu sudah pernah saya posting, hanya saja hilang bersama akun lama saya.
Dan Alhamdulillah, masih sempat diamankan di Blog Fan :
Dan Alhamdulillah, masih sempat diamankan di Blog Fan :
Dan
ternyata juga saya dapati sanggahannya oleh akun apiek danken yang
dimuat diblog pribadinya yang saya anggap cukup bagus, hanya saja perlu
ditekankan bahwa, dalam mengcounter argumen permasalahan usahakan jangan
karna "suka atau tidak suka".
Jangan karna Ulama kurun 900 Hijriyah belum menjelaskan lantas penjelasan Ulama setelahnya dalam masalah ini dikesampingkan, tapi pada kenyataanya mengambil pendapat2nya yg lain...
Intinya, artikel kami yang
mengusung pendapat ulama2 mutaakhirin tidak bersebrangan dengan pendapat
para Ulama kurun sebelumnya, bahkan lebih memperjelas lagi dengan
kalimat "sedikit" condong kekiri, yang kiranya Hadits:
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺃَﻧَّﻪُ ﻧَﻬَﻰ ﺃَﻥْ ﻳُﺼَﻠِّﻰَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻣُﺨْﺘَﺼِﺮًﺍ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang shalat mukhtashiron (tangan diletakkan di pinggang).”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Tidaklah tepat digunakan sebagai sanggahan...
*selesai tanggapan
_______________
_______________
(Penjelasan tentang) POSISI TANGAN SAAT SEDEKAP DALAM SHOLAT.
Di atas pusar,di bawah pusar,di samping sebelah kiri(agak mencong),atau di atas dada?
Mengenai letak tangan saat berdiri sholat memang ada perbedaan.Sebagaimana di jelaskan dalam Kifayatul Akhyar juz 1 halaman 116:
ويستحب
جعلهما تحت صدره رواه ابن حزيمة فى صحيحه وقيل يجعلهما تحت السرة وقال ابن
المنذر هما سواء لانه لم يثبت فيه حديث ولو أرسل يديه ولم يقبض كره ذالك ؛
قال البغوى...الخ
"Dan di sunnah kan meletakkan
keduanya di bawah dadanya,dan di riwayatkn oleh Ibnu Huzaimah dalam
Shohihnya dan di katakan bahwa meletakkan keduanya di bawah pusar.dan
telah berkata Ibnu Mundzir,kedua cara itu sama saja.....ileh".
Yang
Afdlol adalah meletakkan di bawah dada di atas pusar agak condong ke
kiri seperti memegang Hati.Caranya adalah memegang dengan tangan
kanannya pergelangan tangan kiri dan meletakkannya di antara dada dan
pusar agak kesebelah kiri.Dalam i'anatuththolibin juz 1 halaman 135:
قوله تحت صدره وفوق السرته: اى ماءلاالى جهة يساره لان القلب فيها والحكمة فى وضعهما كذالك ان يكونا على اشرف الأعضاء وهو القلب
(Maksud
dari di bawah dadanya dan di atas pusarnya):"Artinya condong ke arah
kirinya,karena hati berada padanya.dan rahasia tentang meletakkan
keduanya seperti itu,bahwa keduanya di atas semulia2nya anggota,yaitu
Hati"
Selanjutnya dalam hasyiyah Albajuri juz 1 halaman 171:
قوله يكون تحت صدره وفوق السرته: اي ماءلا الى جهة يساره لان القلب في جهة اليسار
(Maksud
:dan adalah keduanya di bawah dadanya dan di atas pusarnya)"Artinya
condong ke arah kirinya,karna bahwasanya hati berada di sebelah kiri".
Adapun dalam hasyiyah Jamal ala syarhil Minhaj juz 1 halaman 401 di katakan:
والحكمة في جعلهما تحت صدره ان يكونا فوق اشرف الأعضاء وهو القلب فانه تحت الصدر مما يلى الجانب الأيسر
"Dan
rahasia meletakkan keduanya di bawah dadanya adalah keduanya itu di
atas semulia2nya anggota,karna bahwasanya ia itu di bawah dada dari
sesuatu yang mengiringi sisi sebelah kiri".
Di dalam hasyiyah Albarmawi ala Syarhil Ghoyah halaman 71:
قوله وفوق السرته : اي ماءلا الى جهة يساره لان القلب فى جهته
(Maksud di atas pusarnya):"Artinya keadaan condong ke arah kirinya Karena sesungguhnya hati berada pada arahnya".
Juga dalam kitab Nihayatuzzain halaman 58:
(ووضعهما)
اي الكفين ( تحت صدره آخذا بيمينه يساره) اي قابضا كوع يساره بكفه اليمنى
ويجعلهما تحت صدره وفوق سرته ماءلتين الى جهة يساره قليلا
"Dan
meletakkan keduanya,artinya kedua telapak tangan di bawah
dadanya,dengan memegang kanannya pada kirinya(menggenggam),pergelangan
tangan kirinya dengan telapak tangan kanannya dan diletakkan keduanya di
bawah dadanya di atas pusarnya,condong keduanya kesebelah kirinya
sedikit".
Dan dalam albujairimi alal khatib juz 2 halaman 48:
ويسن ان تكونا الى جهة اليسار أميل لما ذكر اذ هي محله لان من احتفظ على شيء جعل يديه عليه
"Dan
disunahkan kedua tangan itu lebih condong ke sebelah kiri dari apa yang
telah disebutkan,karna arah itu adalah tempatnya hati.Orang yang
memelihara atas sesuatu ia letakkan kedua tangannya di atasnya".
Para
Imam Madzhab telah sepakat meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
ketika sholat adalah Sunnah.hanya saja dalam satu riwayat (Imam maliki)
dan merupakan riwayat yang masyhur beliau berpendapat bahwa Tangan di
ulurkan kebawah(tidak Bersedekap).
Berikut kami sertakan sedikit akan perbedaan Empat madzhab dalam hal SEDEKAP waktu sholat:
-,Imam Abu Hanifah berpendapat di bawah Pusar.
-,menurut Imam Malik dan Imam Syafi'i di bawah Dadanya di atas pusar.
-,sedangkan Imam Ahmad Bin Hanbal ada dua riwayat,dan yang lebih Masyhur adalah riwayat yang di pilih oleh Alkhuruqi,yaitu sebagaimana pendapat Imam Hanafi.Dan menurut salah satu ulama Malikiyah yaitu Al-Auza'i :"Boleh memilih antara meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan mengulurkan tangan kebawah".
-,menurut Imam Malik dan Imam Syafi'i di bawah Dadanya di atas pusar.
-,sedangkan Imam Ahmad Bin Hanbal ada dua riwayat,dan yang lebih Masyhur adalah riwayat yang di pilih oleh Alkhuruqi,yaitu sebagaimana pendapat Imam Hanafi.Dan menurut salah satu ulama Malikiyah yaitu Al-Auza'i :"Boleh memilih antara meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan mengulurkan tangan kebawah".
Demikian sedikit uraian singkat tentang tata cara SEDEKAP Dalam Sholat,semoga bisa bermanfaat.
*dari berbagai sumber
SALAM ASWAJA...!

